Senin, 01 Agustus 2016

Ilmuwan Identifikasi Antibodi Antizika pada Tikus

Liputan6.com, Jakarta

Para peneliti Amerika Serikat mengidentifikasi antibodi yang khusus melindungi tikus dari infeksi virus Zika, temuan penting menuju pengembangan vaksin dan tes diagnostik lebih baik dan terapi berbasis terapi antibodi.

Para peneliti dari Washington University School of Medicine di St. Louis memperoleh temuan itu dengan menginfeksi tikus dengan virus Zika, yang memungkinkan sistem kekebalan binatang itu memroduksi antibodi anti-Zika.

Menurut temuan mereka yang dipublikasikan di jurnal Cell, ada enam antibodi yang ditemukan, dan empat di antaranya efektif mencegah ancaman infeksi Zika pada sel dan tubuh tikus.

"Yang penting, beberapa dari antibodi kita bisa menetralkan strain virus Zika Afrika, Asia dan Amerika pada derajat yang sama," kata Daved Fremont, profesor patologi dan imunologi yang juga penulis hasil studi itu dalam satu pernyataan.

Hasil studi itu juga menunjukkan bahwa antibodi-antibodi itu terikat secara eksklusif pada Zika dan tidak pada virus terkait, yang artinya mereka cukup spesifik untuk digunakan dalam pemeriksaan diagnostik.

Kemudian, mereka menggunakan satu teknik yang disebut kristalografi sinar-X untuk membidik situs pengikatan dan menemukan dua antibodi paling protektif terikat ke wilayah protein khusus Zika yang sama, amplop protein yang meliputi permukaan virus.

"Ini langkah pertama menuju pengoptimalan strategi vaksin dan pengembangan terapi berbasis antibodi serta meningkatkan usaha membangkitkan diagnostik yang secara khusus akan membedakan virus Zika dari flavivirus terkait lainnya," kata peneliti penyakit infeksi Michael Diamond, penulis lain dari makalah itu.

Namun para peneliti mencatat bahwa pertanyaan utama mengenai apakah antibodi penetralisir Zika bisa melindungi perempuan hamil dan janin yang sedang berkembang masih harus dijawab.

Karena perbedaan-perbedaan signifikan pada kehamilan tikus dan manusia, studi perlindungan antibodi mungkin membutuhkan percobaan-percobaan pada mamalia lain seperti primata non-manusia yang memungkinkan transfer antibodi dari ibu ke janin seperti yang terjadi pada manusia.

Hingga sekarang belum ada pengobatan khusus untuk infeksi virus Zika, dan perempuan yang terinfeksi selama hamil berisiko memiliki bayi dengan cacat lahir, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

BAHAYA

Bahaya!!! Mulai Sekarang Stop Charging Smartphone Anda Sampai 100%

Memiliki perangkat gadget atau smartphone memang harus rutin di charge agar tetap bisa digunakan karena daya dari baterai memang sangat terbatas tergantung bagaiman anda menggunakannya. Sementaraitu dalam melakukan charging ada ketentuan dimana kondisi baterai akan di ukur dari terendah 0% dan tertinggi akan 100%.
Namun sayang banyak orang saat ini yang salah kaprah dan menganggap jika melakukan charging hingga 100% akan membuat baterai menjadi tahan lama alias awet. Dan sejatinya, mengisi baterai hingga 100% adalah kesalahan dan tidak dibenarkan. Hal ini setelah salah satu perusahaan baterai yang memiliki situs bernama Battery University atau Cades ini menjelaskan secara detil bagaimana baterai Lithium-ion (Li-ion) bekerja.



Menurut Cadex, mengisi baterai hingga 100% adalah perbuatan yang salah dan hanya akan membuat usia baterai menjadi lebih pendak dan cepat rusak alias drop. Jenis baterai Lithium-ion (Li-ion) sendiri ternayta sangat sensitif terhadap stres, yang bisa mempengaruhi kandungan kimia dalam baterai.
Sehingga ketika sudah terisi penuh 100% dan anda tetap memaksa melakukan charging maka bahan kimia di dalam baterai akan mengalami stres sehingga hanya akan menimbulkan kerusakan. Sehingga, hal terbaik yang perlu dilakukan adalah segera cabut charger dari smartphone anda sesaat setelah terisi penuh dan jangan dipaksa charging hingga over charge.

Dan tips lebih baik lagi adalah baterai jenis Li-ion ini tidak perlu di isi hingga 100%, cukup di isi dibawahnya sudah cukup baik dan akan membuat baterai anda lebih awet. Selain itu, isilah baterai ketika kondisi sudah 10% karena akan lebih baik dibandingkan mengisi daya ketika masih di posisi 40% atau bahkan diatas 50%.

Liang kubur keluarkan air

Makam Freddy Budiman Jadi Misterius

Apa yang kamu baca dalam judul berita ini bukanlah salah satu judul sinetron atau majalah Hidayah yang kerap memakai kalimat mengerikan seperti 'jenazah penuh belatung karena semasa hidup jadi lintah darat', bukan. Karena hal aneh tapi nyata ini benar-benar terjadi pada liang kubur gembong narkoba jaringan China-Indonesia, Freddy Budiman.

Jika kamu ketinggalan, Freddy sendiri sudah dieksekusi mati oleh regu tembak di Nusa Kambangan pada Jumat (29/7) dini hari kemarin. Berwasiat ingin dimakamkan di Surabaya, jenazah Freddy pun tiba di rumah duka kecamatan Krembangan, Surabaya pada Jumat (29/7) pukul 14.15 WIB, 
Setelah jenazah yang masih ada di peti mati tiba, pihak keluarga pun memindahkan ke keranda untuk segera dimakamkan di TPU Mbah Ratu, jalan Demak, Surabaya. Namun kala hendak dimakamkan, sebuah kejadian misteri pun terjadi di mana liang kubur Freddy terus mengeluarkan air. Ada apakah gerangan?

Tak ingin berspekulasi yang tidak-tidak, petugas makam pun langsung bekerja keras menguras dan mengeluarkan air dari liang kubur Freddy. Lubang kubur dengan panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter itu terus mengeluarkan air setinggi 20-30 sentimeter. Kenapa liang kubur Freddy terus mengeluarkan air? Apakah ini ada kaitannya dengan hal-hal mistis dan tingkah laku Freddy semasa hidup?
Jangan berpikiran macam-macam dulu, salah seorang petugas makam yakni Sadimun pun angkat bicara. "Beberapa hari terakhir ini daerah di sekitar TPU diguyur hujan deras. Kalau hujan, tanah di sini (di makam) jadi lembab dan waktu digali mesti keluar air. Makanya kita tadi mengurasnya saat jenazah hendak dimakamkan."

Nah, sudah tercerahkan? Kalau begitu kita doakan saja semoga arwah Freddy Budiman bisa beristirahat dengan tenang. Kini almarhum tinggal menantikan keadilan akan semua tindakan baik-buruknya semasa hidup dari Sang Paling Adil, Tuhan Yang Maha Esa.

Masuk Islam Setelah Mendengarkan Lagu “TOMBO ATI” Opick

Awalnya Sangat Membenci Islam, Pemuda Katolik Ini Masuk Islam Setelah Mendengarkan Lagu “TOMBO ATI” Opick

Pemuda Katolik ini bernama Ferry Rosemarrie
dan kemudian mengganti namanya menjadi
Firdaus Ahmad setelah memutuskan diri
mengucapkan ikrar syahadat dan memeluk
Islam. Ferry lahir di Malang Jawa Timur 32
tahun yang lalu dan saat ini menetap di Bali.
Pada awalnya Ferry sangat benci terhadap
Islam karena ia beranggapan bahwa Islam itu
identik dengan teroris, radikal dan lainnya
namun setelah dipelajarinya justru tidak seperti
itu. Hingga akhirnya hidayah Allah datang
melalui lagu TOMBO ATI yang dinyanyikan oleh
Opick.
“Saat itu ada seseorang yang memberikan lagu
“TOMBO ATI” dan setelah itu ia pelajari isi yang
ada dalam lagu itu” ujar Ferry sebagaimana
dilansir beritalangitan.com. selasa(29/3/2016).
Setelah sering dengarkan dan merenungi lagu
TOMBO ATI, ternyata hidayah Allah turun dan
hal itu menjadi solusi bagi kehidupannya yang
saat itu ia berada dalam dunia hitam yang
selalu melakukan maksiat seperti drugs,
clubbing dan perbuatan dosa lainnya.
Dan akhirnya ia memutuskan untuk
bersyahadat pada bulan Agustus 2015,
sebelumnya malah ia memutuskan enggan
beragama dan memilih atheis, tetapi yang
paling menjadi pendorongnya untuk memilih
Islam adalah rasa bosannya dengan hidup yang
dipenuhi kemaksiatan, hidup yang tidak ada
perubahan, dan jauh dari ketenangan.
Dengan mantap dengan niat yang kuat dan siap
menerima resikonya apapun yang terjadi ia
akhirnya memeluk
Islam. Kemudian Ferry mengajak keluarganya
untuk memeluk Islam namun hasilnya tak
semua keluarganya mengikuti jejak langkahnya
dalam bersikap, hanya ibunya saja yang
memilih ikut memeluk agama yang diridhoi oleh
Allah ini.
Keislaman ibunya itu menjadi sebuah faktor
penguat bagi dirinya dan ia pun berkeinginan
terus berdakwah agar orang lain bisa bersikap
seperti dirinya, sebab iman dan Islam itu nikmat
terbesar yang orang lain juga perlu
mendapatkannya.
“Tahun tahun pertama saya memeluk islam
terasa banyak halangan dan rintangan yang
dihadapi, ‘cemoohan keluarga, tetangga, teman,
ada yang mengatakan ISIS lah, calon pengantin
untuk pengeboman. teroris, aliran radikal”.
Ungkap Firdaus.
Namun justru dengan cemoohan itu ia semakin
merasa yakin akan pilihannya, sebab semua
yang dituduhkan itu berbeda jauh dengan
ajaran Islam yang ia pelajari, dan ia
menjawabnya dengan lugas, “Saya bukan
seperti yang anda katakan tapi saya
menjalankan Islam yang sesungguhnya yang
berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits”.
Tandasnya.
Saat itu ia masih memiliki studio Tatto di kuta,
ketika tiba waktu sholat ia selalu beralasan
pergi ke ATM pada rekannya, padahal ia pergi
ke masjid untuk melaksanakan solat, tapi
akhirnya ketahuan oleh rekannya itu. Tetapi
setelah akhirnya ia mengatakan yang
sebenarnya, rekan bisnisnya malah
mendukungnya dan setiap tiba waktu solat
telah tiba rekannya malah mengingatkannya.
Setelah ia mendalami terus keislaman akhirnya
ia memutuskan untuk menjual studio Tattonya
karena dirasanya kurang bermanfaat.
“Seseorang yang beragama Islam mesti
berilmu, dengan ilmu perbuatannya akan
menjadi benar dan terarah jangan hanya status
di KTP saja” tutupnya.
sumber(islamedia/beritalangitan)

4 Wanita Kristen Masuk Islam di bimbing mantan pendeta

Mantan pendeta bimbing 4 wanita kristen masuk islam


Islamedia – Sebanyak 4 wanita kristen secara
bersama-sama mengucapkan kalimat Syahadat
dan memeluk agama Islam, rabu 29 Juni 2016.
Keempat wanita nasrani ini merupakan
narapidana yang menghuni LAPAS KLAS III
Warungkiara Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa
Barat.
Proses pengucapan Syahadat dibimbing
langsung oleh wakil Direktur Mualaf Center
Indonesia yang juga merupakan mantan
pendeta kristen, Ustadz Hanny Kristianto.
“Hari ini Allah turunkan hidayah-Nya di Lapas
Warungkiara,sukabumi ba’da
sholat dhuha pagi ini 4 akhwat (mantan
nasrani) bersyahadat bersama saya disaksikan
oleh team Dai Lapas Nasional, team
Mualaf.com, kasi pembinaan, petugas depag
dan asatid serta seluruh tahanan akhwat.” tulis
Ustadz Hanny di akun Facebook pribadinya,
rabu(29/6/2016)
Para narapidana memiliki banyak waktu untuk
merenungkan dan mencari tujuan hidup dan
tuntunan hidup yang sejati, meluruskan aqidah.
Hidayah menuntun mereka menemukan tujuan
hidup dan kebenaran hanya Islam yang
memandang semua manusia itu sama
dihadapan Allah Ta’ala, yang membedakan
mereka itu hanyalah taqwanya.
Merekaa sungguh-sungguh menghindari dosa
untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu.
Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan
datang

Putri Tokoh Gereja Katolik Santa Maria Pekanbaru Memeluk Islam

Putri Tokoh Gereja Katolik Santa Maria

Pekanbaru Memeluk Islam

Tidak ada yang bisa mencegah datangnya
hidayah Allah meskipun berasal dari keluarga
Katolik yang taat. Seperti yang dialami Felisia
Y. Kurniasari yang merupakan putri dari
seorang Katekis di Gereja Katolik Santa Maria
Pekanbaru Riau akhirnya memutuskan diri
untuk memeluk Agama Islam.
Katekis merupakan orang yang mendapat
mandat dari Uskup sebagai pengganti
misionaris dalam mengajar orang-orang bukan
kristen (pemurtadan), sebagai pengajar guru
agama Katolik terutama pada masa persiapan
penerimaan sakramen Baptis (katekumenat),
memberi katekese kepada para katekumen dan
mereka yang sudah dibaptis, memimpin doa
dalam kelompok (terutama pada liturgi dan hari
Minggu ketika tidak ada imam), mengunjungi
orang sakit dan mempimpin upacara
penguburan, memberi pelatihan kepada katekis
lainnya di pusat-pusat khusus bimbingan
katekis relawan dalam tugas mereka,
mengambil inisiatif-inisiatif
pastoral dan mengorganisir tugas-tugas paroki
dengan terstruktur dan sistematik.
Proses Ikrar Syahadat Felisia berlangsung di
Wisma Mualaf Bintaro, ahad (29/5/2016) dan
dibimbing langsung oleh Sekjen Mualaf Centre
Indonesia (MCI) Hanny Kristianto, dengan
disaksikan oleh 3 mualaf akhwat: Fitria Zuhdah,
Vera dan Nanda Putri.
Felisia mengungkapkan meskipun sejak kecil
dibesarkan dikeluarga Katolik yang taat,
ketertarikanya terhadap Islam sangat tinggi.
Selama 1 tahun terakhir tekadnya untuk
mengenal Islam lebih dekat dan belajar Islam
harus secara diam – diam dan sembunyi –
sembunyi. Keputusan Felisian memluk Islam
juga atas kemauanya sendiri, tanpa ada
paksaan dari pihak manapun.
“Kita doakan kita semua, khususnya mualaf
dijaga dimudahkan dan ditolong Allah menjalani
ujian fana ini, dibentuk menjadi muslim dan
muslimah yang istiqomah dan kaffah, menjadi
manusia yang lebih baik lagi bagi dirinya sendiri
dan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala agar di
matikan dalam keadaan Husnul Khotimah.. in
syaa Allah.. Aamin Amin ya mujibassailin.” Doa
Hanny Kristianto yang ditulis di akun Facebook
pribadinya.

Jawaban Sultan brunei atas kecaman barat

Jawaban Sultan Brunei Atas

Kecaman Barat Terhadap Penerapan Syari'ah

Islam

Setelah Brunei Darussalam memutuskan untuk
menerapkan Syari’at Islam di negaranya,
banyak pihak yang anti Syari’ah terguncang.
Media Barat ramai-ramai mengecam kebijakan
tersebut, menganggap bertentangan dengan
hukum internasional, melanggar hak asasi
manusia, serta kecaman keras lain yang tidak
pantas. Para selebriti dunia pun turut ambil
bagian dalam aksi protes tersebut dengan
memboikot hotel milik Sultan.
Kecaman tersebut juga ditujukan kepada diri
pribadi Sultan Brunei yang merupakan kekuatan
besar di balik penerapan Syari’ah Islam di
Brunei. Mereka mencari-cari kesalahan pribadi
sang Sultan, serta membuat fitnah terhadap
keluarganya. Media-media Indonesia pun ikut
memberondong kebijakan tersebut dengan
aneka fitnah yang keji.
Kecaman tersebut tentu saja aneh dan tidak
beralasan. Karena penerapan Syari’at Islam di
Brunei berlaku untuk negara Brunei, dan yang
mendapat dampak dari kebijakan tersebut
adalah penduduk Brunei. Akan tetapi, kebijakan
penerapan Syari’at Islam membuat banyak
pihak yang merasa terganggu kepentingannya
mencari celah untuk menggembosi kebijakan
tersebut.
Berikut jawaban tegas dari Sultan Brunei
Hassanal Bolkiah terkait kecaman keras yang
ditujukan atas kebijakan penerapan Syari’ah
Islam di negaranya, sebagaimana dilansir oleh
My News Hub.
“Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan
kebebasan berbicara, kebebasan pers,
kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal
tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem
politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda
dan cara hidup Anda.”
“Di negara kami, kami mempraktekkan budaya
Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan
menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam
adalah konstitusi kami, identitas nasional kami,
hak kami, dan cara hidup kami,”
“Kami mungkin menemukan celah (kelemahan)
dalam sistem hukum dan peradilan Anda, dan
Anda mungkin menemukan hal yang sama
pada kami, tapi ini adalah negara kami. Sama
seperti Anda yang mempraktikkan hak Anda
untuk menjadi gay, dll untuk kehidupan Anda di
duni ini. Sedangkan kami mempraktekkan hak-
hak kami untuk menjadi Muslim untuk
kehidupan di dunia dan akhirat.”
“Ini adalah sebuah negara Islam yang
mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Anda
tidak khawatir tentang anak-anak Anda yang
ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir
tentang penjara-penjara Anda yang tidak
mampu untuk menampung narapidana,
khawatir tentang tingginya tingkat kejahatan,
khawatir tentang tingginya tingkat bunuh diri
dan aborsi, khawatir tentang apa saja yang
seharusnya Anda khawatirkan di negara Anda.
Sebagian besar agama menentang
homoseksualitas, itu bukanlah sesuatu yang
baru.”
“Pada saat Anda mendengar bahwa Islam dan
Muslim membuat sikap dan berusaha untuk
meneguhkan kembali iman mereka, Anda
menghakimi, Anda melakukan boikot, Anda
mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, itu
biadab.”
“Sekali lagi, seharusnya Anda fokus terhadap
kekhawatiran-kekhawatiran yang telah saya
sebutkan sebelumnya. Apakah tidak salah
[hukum] yang membolehkan senjata
mematikan? Apakah tidak salah [hukum] yang
membolehkan bayi yang belum lahir dibunuh?
Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan
gaya hidup yang menghasilkan AIDS dan
terputusnya generasi?”
“Mengapa Anda begitu peduli terhadap apa
yang terjadi di sini, di sebuah negara Islam,
sedangkan pada saat yang sama Anda bahkan
tidak membuka mata tentang apa yang terjadi
di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-
lain?”
“Ribuan orang terbunuh di sana dan Anda tidak
peduli, tidak ada seorangpun yang terbunuh di
sini di bawah hukum Syari’ah ini, dan Anda
begitu meributkannya, bahkan pada saat warga
di sini yang langsung terkena dampaknya,
menerimanya dengan damai.”
“Hukuman mungkin keras tetapi tidak berarti
bahwa ini lebih mudah untuk dilakukan. Ada
proses yang harus dilalui sebelum suatu
hukuman yang sebenarnya dijatuhkan. Kami
baik-baik saja dengan ini, dan kami senang.”
sumber :
(ameera/arrahmah.com)