Senin, 01 Agustus 2016

Masuk Islam Setelah Mendengarkan Lagu “TOMBO ATI” Opick

Awalnya Sangat Membenci Islam, Pemuda Katolik Ini Masuk Islam Setelah Mendengarkan Lagu “TOMBO ATI” Opick

Pemuda Katolik ini bernama Ferry Rosemarrie
dan kemudian mengganti namanya menjadi
Firdaus Ahmad setelah memutuskan diri
mengucapkan ikrar syahadat dan memeluk
Islam. Ferry lahir di Malang Jawa Timur 32
tahun yang lalu dan saat ini menetap di Bali.
Pada awalnya Ferry sangat benci terhadap
Islam karena ia beranggapan bahwa Islam itu
identik dengan teroris, radikal dan lainnya
namun setelah dipelajarinya justru tidak seperti
itu. Hingga akhirnya hidayah Allah datang
melalui lagu TOMBO ATI yang dinyanyikan oleh
Opick.
“Saat itu ada seseorang yang memberikan lagu
“TOMBO ATI” dan setelah itu ia pelajari isi yang
ada dalam lagu itu” ujar Ferry sebagaimana
dilansir beritalangitan.com. selasa(29/3/2016).
Setelah sering dengarkan dan merenungi lagu
TOMBO ATI, ternyata hidayah Allah turun dan
hal itu menjadi solusi bagi kehidupannya yang
saat itu ia berada dalam dunia hitam yang
selalu melakukan maksiat seperti drugs,
clubbing dan perbuatan dosa lainnya.
Dan akhirnya ia memutuskan untuk
bersyahadat pada bulan Agustus 2015,
sebelumnya malah ia memutuskan enggan
beragama dan memilih atheis, tetapi yang
paling menjadi pendorongnya untuk memilih
Islam adalah rasa bosannya dengan hidup yang
dipenuhi kemaksiatan, hidup yang tidak ada
perubahan, dan jauh dari ketenangan.
Dengan mantap dengan niat yang kuat dan siap
menerima resikonya apapun yang terjadi ia
akhirnya memeluk
Islam. Kemudian Ferry mengajak keluarganya
untuk memeluk Islam namun hasilnya tak
semua keluarganya mengikuti jejak langkahnya
dalam bersikap, hanya ibunya saja yang
memilih ikut memeluk agama yang diridhoi oleh
Allah ini.
Keislaman ibunya itu menjadi sebuah faktor
penguat bagi dirinya dan ia pun berkeinginan
terus berdakwah agar orang lain bisa bersikap
seperti dirinya, sebab iman dan Islam itu nikmat
terbesar yang orang lain juga perlu
mendapatkannya.
“Tahun tahun pertama saya memeluk islam
terasa banyak halangan dan rintangan yang
dihadapi, ‘cemoohan keluarga, tetangga, teman,
ada yang mengatakan ISIS lah, calon pengantin
untuk pengeboman. teroris, aliran radikal”.
Ungkap Firdaus.
Namun justru dengan cemoohan itu ia semakin
merasa yakin akan pilihannya, sebab semua
yang dituduhkan itu berbeda jauh dengan
ajaran Islam yang ia pelajari, dan ia
menjawabnya dengan lugas, “Saya bukan
seperti yang anda katakan tapi saya
menjalankan Islam yang sesungguhnya yang
berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits”.
Tandasnya.
Saat itu ia masih memiliki studio Tatto di kuta,
ketika tiba waktu sholat ia selalu beralasan
pergi ke ATM pada rekannya, padahal ia pergi
ke masjid untuk melaksanakan solat, tapi
akhirnya ketahuan oleh rekannya itu. Tetapi
setelah akhirnya ia mengatakan yang
sebenarnya, rekan bisnisnya malah
mendukungnya dan setiap tiba waktu solat
telah tiba rekannya malah mengingatkannya.
Setelah ia mendalami terus keislaman akhirnya
ia memutuskan untuk menjual studio Tattonya
karena dirasanya kurang bermanfaat.
“Seseorang yang beragama Islam mesti
berilmu, dengan ilmu perbuatannya akan
menjadi benar dan terarah jangan hanya status
di KTP saja” tutupnya.
sumber(islamedia/beritalangitan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar